Chapter 2

—Andya  Pillar—

 

Aku bersama tiga belas jendral sekaligus pemimpin negara iblis yang menjuluki diri mereka sebagai Andya Pillar.

Sebuah meja persegi panjang besar dengan kapasitas dua puluh kursi berada di depanku. Meja tersebut memiliki dimensi sekitar dua dikali lima meter. Ada tiga buah kursi di sisi lebar meja dan tujuh buah buah kursi di sisi panjangnya. Aku duduk di sisi lebar meja tersebut, sedangkan para Andya Pillar duduk di sampingku—tepatnya sisi panjang meja. Di depanku, tersedia berbagai macam bahan jamuan yang sengaja mereka persiapkan. Ngomong-ngomong, ada satu menu yang menarik perhatianku.

Sebuah kepala babi yang cukup besar—mungkin sebesar rice cooker—berada di atas meja.

Di sekitarnya terdapat tiga lapis iris-irisan daging yang disusun secara melingkar, lengkap dengan sayur dan juga tomat. Tak hanya itu, delapan mangkuk besar sup iga serta macam-macam hidangan lainnya juga ada di sana. Khusus di depan Madeusa, terdapat secangkir minuman yang berwarna merah pekat. Mengingat Madeusa adalah ras vampire, kurasa itu adalah darah.

“Silahkan dinikmati hidangannya tuan-tuan sekalian.”

Seorang iblis berkulit biru dengan sopan mempersilahkan kami untuk menikmati hidangannya.

Aku mengambil daging panggang yang ada di hadapanku dan mulai menyantapnya.

Berbeda dengan tekstur daging babi yang pernah kumakan sebelumnya, daging yang saat ini sedang ku kunyah agak alot dan terasa sedikit amis dengan aroma rempah yang memanjakan hidung. Saat mulai menggigitnya, sebuah cairan seperti minyak keluar dari daging tersebut dan memeleh di lidahku—sedikit rasa asam, tetapi juga manis—rasa yang membuatmu menggunakan seluruh kemampuan kerongkongan untuk menelan semua liur yang bercampur dengan minyak daging tersebut.

“Um! Enak!” Ucapku sepontan.

Percayalah, rasa daging ini jauh lebih enak dibandingkan masakan gourmet kerajaan yang pernah kumakan saat di  Vylgrand puluhan tahun yang lalu.

“Aku setuju, Yang Mulia. Masakan Martha memang yang terbaik di Andya Vylgrand.

Mealice sontak memuji setelah ia mendengar kalimat yang keluar tanpa sengaja dari mulutku. Iblis biru yang bernama Martha tersebut tersenyum.

“Terima kasih atas pujiannya, Yang Mulia Nava dan Tuan Mealice.” ujarnya.

“Kalau boleh aku ingin memakan masakanmu seumur hidup.” gurau Mealice.

Hooh! Ajakan menikah?

“Hmm… Maafkan saya Tuan Mealice, tapi saya menolak.” Martha membalas ucapan Mealice dengan sopan. Ia tidak menurunkan senyumannya sedikitpun. “Menjadi pengikut anda berarti saya harus membuang daging saya yang berharga. Saya tak bisa melakukannya.”

“Ah! Sayang sekali…” Mealice tampak kecewa mendengar balasan dari kepala pelayan yang berdiri di sampingku tersebut. “Padahal menurutku, kau akan terlihat lebih menawan tanpa daging yang membalut tubuhmu.” lanjutnya.

“Hahaha! Anda benar-benar pandai merayu ya, Tuan Mealice.”

““Hahahaha!””

“……”

Aku tertegun, mengangkat sebelah alisku ketika mendengar percakapan antara Mealice dan sang iblis biru yang bernama Martha tersebut.

Lebih cantik kalau tanpa daging? Sebuah fetish baru?

Sepertinya aku harus mulai memahami kalau penghuni Andya Vylgrand memiliki perbadaan yang sangat mencolok dibandingkan penduduk Vylgrand—baik dari tingkah laku maupun ‘fetish’ yang mereka miliki.

“Oh iya! Martha?”

“Hm?”

“Kalau boleh tahu, ini daging apa? Kurasa aku belum pernah makan daging ini sebelumnya.”

Saat aku menjadi seorang pahlawan lima tahun—atau mungkin dua puluh tahun—lalu, aku belum pernah mencicipi daging seenak ini. Aku cukup familiar dengan rasa kelinci bertanduk, rusa bintang, ataupun beruang. Namun daging yang kumakan kali ini cukup asing di lidah.

“Apa anda menyukainya Tuan Nava?” Martha menjawab pertanyaanku dengan sebuah pertanyaan. Aku menggangguk pelan sambil terus menyantap daging tersebut. “Syukurlah kalau anda menyukainya. Itu adalah daging forest orc yang menjadi menu kesukaan Maharaja Alterra.”

“Ukhuk!!!”

—Aku tidak boleh muntah di sini!!!

Aku tersedak dan segera minum sebanyak mungkin. Jujur aku cukup shock dengan pernyataan Martha barusan. Kau tahu, goblin dan orc itu cukup menjijikkan—tidak ada seorang adventurer yang mau memakan daging mereka. Kalaupun mendesak, tentu saja para adventurer lebih memilih untuk menyantap slime. Setidaknya tekstur dari slime lebih menyerupai konyaku walau terasa hambar.

“Tapi bukannya daging orc itu sedikit—kau tahu, menjijikkan.” Balasku ragu.

Aku pernah mencoba memakan daging orc sebelumnya. Meskipun merupakan monster berwujud babi namun rasa dagingnya jauh berbeda dari daging babi yang pernah kumakan sebelumnya. Aku bahkan berhasil menguras isi makan siang dalam perutku hanya dengan satu suapan daging orc. Dagingnya benar-benar alot dan amis. Bahkan setelah kau merebus dagingnya selama dua jam lebih, kau masih perlu usaha ekstra untuk memotongnya dengan gigi seri milikmu. Tidak hanya itu saja, kau akan diberikan sedikit kejutan yang tidak sesuai dengan perjuanganmu. Percayalah! Saat kau berhasil memisahkan serat dagingnya, bau busuk seperti kaos kaki penuh keringat akan terus menghantui hidungmu selama tiga hari berturut-turut.

Pengalaman kuliner yang cukup membuat trauma seumur hidup.

“Ya, memang benar.” Martha menjawab pertanyaanku dengan tegas. “Karena itu diperlukan tahapan khusus untuk mengolahnya.”

Selanjutnya. aku mendapat pelajaran singkat tentang ‘bagaimana cara mengolah daging orc dengan baik dan benar’ dari Martha.


“Nomong-ngomong, sebagai raja iblis yang baru kurasa aku harus mengenal lebih jauh para Andya pillar yang akan selalu membantuku nantinya.”

Selagi menyantap beberapa hidangan, aku mulai membuka topik pembicaraan yang cukup santai. Mereka sudah melakukan perkenalan sebelumnya. Tapi apa salahnya jika aku ingin mengenal mereka lebih dekat? Saat perkenalan pertama, mereka hanya menyebutkan nama, ras, dan posisi mereka di Andya Pillar—menurutku itu masih belum cukup.

“Oh iya! Kali ini tolong sebutkan semua ras yang ada di territorial kekuasaan kalian, tujuan dan cita-cita kalian terhadap Andya Vylgrand. Kalau bisa, cerita sedikit tentang diri kalian dan apa yang kalian sukai.” jelasku. “Mungkin dimulai dari Orcatressa dahulu.”

“Eh!? A-aku??”

Orcatressa terlihat panik saat aku menunjuk dirinya.

“Iya.” kataku. Aku bergeser ke kanan dan memperkecil jarak dengan satu-satunya dragonewth di ruangan ini. “Kau tak perlu panik begitu. Aku cuma menyuruhmu untuk perkenalan, bukan  untuk bunuh diri kok.”

Aku tersenyum dan menepuk pundak kiri Orcatressa dengan tangan kananku. Alih-alih ingin dia tenang—aku malah membuatnya mengucurkan keringat dingin.

…Semengerikan itu ‘kah aku di mata mereka?

“I-izinkan aku memperkenalkan diri, Tuan Nava. Namaku Orcatressa.”

Orcatressa mulai memperkenalkan dirinya. Ia adalah seekor naga dari kelas archdragon bahamut[1] dan merupakan penguasa Destral—negeri bagi para naga dan lizardman tribe. Dia memutuskan merubah wujudnya sebagai dragonewth ketika berada di luar wilayah Destral. Alasannya sederhana, akan merepotkan kalau ia tetap mempertahankan ukuran aslinya yang setinggi 70 meter itu.

Bisakah kau bayangkan betapa mengerikannya apabila sosok naga setinggi 70 meter berdiri di depan seorang manusia yang tingginya cuma 160 sentimeter?

Ada sekitar 12.265 naga dari sembilan jenis ras, dua ribu dark elf dan 1.580.000 lizardman tribe di Destral. Kesembilan ras naga tersebut terdiri dari 10.675 ekor naga jenis dragonewth, 500 ekor wyvern[2], 273 ekor cuelebre[3], 282 ekor Chuvas[4], 103 ekor scavenger dragon[5], 27 ekor shen[6], 360 ekor elemental dragon[7], 12 ekor hydra[8], dan 32 ekor bahamut[9], serta  seekor archdragon bahamut.

Karena merupakan negeri kepulauan yang terletak jauh di Tenggara, saat perang besar Vylgrand lima tahun lalu Orcatressa hanya mengirimkan 10.000 pasukan lizarman, 5.500 pasukan dragonewth, 20 ekor elemental dragon, dan seekor bahamut. Tentu saja saat itu pasukan naga-lah yang paling banyak menghabisi armada prajurit suci—bahkan kabarnya ada delapan orang hero yang terbunuh saat melawan seekor bahamut.

Sebagai archdragon, tak bisa dipungkiri kalau Orcatressa merupakan makhluk terkuat di Andya Vylgrand. Bahkan menurutku, kemampuan Orcatressa jauh berada diatas raja iblis terdahulu. Beruntung naga di hadapanku saat ini tidak pernah tertarik pada kekuasaan. Orcatressa hanya menginginkan kehidupan yang damai bagi dia dan para pengikutnya. Tujuan ia mengirimkan 15.521 pasukan saat perang lima tahun lalu juga hanya untuk melindungi Andya Vylgrand dari serangan musuh. Naga yang ada disampingku saat ini berhutang budi pada Alterra seribu tahun yang lalu karena telah berhasil menghentikan ‘perang abadi’. Berkat Alterra, para naga dan lizardman mampu hidup dengan tenang meskipun mereka harus terasingkan di kepulauan terpencil, di wilayah Tenggara Andya Vylgrand.

Perkenalan selanjutnya dilanjutkan oleh Barthonas dan Brida.

Barthonas merupakan giant golem yang melindungi wilayah Great Terria Forest. Ia memiliki wilayah paling luas dibandingkan dengan penguasa lainnya. Terdapat lebih dari 5.800.000 populasi monster yang berasal dari ratusan spesies, diantaranya adalah goblin, orc, ogreonidryadtengu, dan lain sebagainya.

Great Terria forest merupakan hutan yang paling luas dibandingkan hutan-hutan lain di wilayah Andya Vylgrand. Tidak ada sebuah negara yang didirikan di sana, hanya ada beberapa desa yang dibangun oleh masing-masing penghuni hutan. Barthonas dan sendiri hanya bertugas menjaga wilayah tersebut.

Di sebelah Barthonas, ada seorang perempuan dengan rambut yang menyerupai cabang pohon dan ditumbuhi beberapa daun hijau. Ia juga memiliki tekstur kulit berkerut yang keras dan berlumut—seperti batang pohon oak—seorang archdryad[10] yang dijuluki sebagai ‘Inti Hutan Terria’, Forest Queen Brida. Brida merupakan kaki tangan kepercayaan Barthonas. Kemampuan 【nature manipulation】 yang ia miliki dapat di gunakan untuk membuat, menumbuhkan, dan memanipulasi vegetasi dalam radius sepuluh kilometer. Meskipun Brida memiliki kemampuan yang menakutkan, tetapi tubuhnya begitu lemah dan sangat rentan terhadap serangan fisik, bahkan serangan dari seorang manusia saja mampu membunuhnya. Oleh karena itu, ia lebih memilih untuk bekerjasama dan mendapatkan perlindungan khusus dari Barthonas.

Saat invasi besar-besaran dari manusia lima tahun lalu, Brida memegang andil penting dalam perbaikan Great Terria Forest dan wilayah lainnya. Ia juga merupakan roh pelindung hutan  yang menjadi momok dikala perang.

‘Waspada dengan serangan roh pelindung hutan!’

Aku ingat jelas kata-kata yang diteriakan oleh salah satu jendral yang memimpin invasi setelah tubuh rekannya menjadi kering karena terlilit oleh salah satu akar rambat yang ada di hutan.

Kala itu, Brida—roh pelindung hutan—menahan para ‘pejuang suci’ menggunakan akar rambat berduri yang ia ciptakan kemudian menguras darah di tubuh mereka. Percaya atau tidak, pasukan suci yang telah tewas di tangan Brida selanjutnya akan dihidupkan kembali dan dijadikan sebagai pasukan kematian oleh Grimlord Mealice, sedangkan darah dari mereka yang telah mati akan menjadi santapan para vampire selama peperangan berlangsung.

Demon race benar-benar mengerikan.

 


 

“Terima kasih, Brida. Selanjutnya…”

Acara jamuan makan siang sekaligus sesi perkenalan masih berlangsung. Giliran berikutnya adalah Grimlord Mealice dan Dark Sage Neine.

Mealice adalah seorang lich yang menguasai daerah di sebelah Timur Andya Vylgrand. Ia mendirikan sebuah kerajaan undead yang bernama Holyreeve, sekitar 1500 tahun yang lalu. Terdapat lebih dari 30.000.000 pasukan undead army yang dimiliki oleh Mealice saat ini. Tentu saja jumlah yang fantastik tersebut ia dapatkan dari hasil merubah mayat para ‘pejuang suci’ dari perang Vylgrand menjadi seorang undead. Selain undead army, terdapat pula 35.000 zombie, 12.800 mummy, 700 lich, serta 35.700 penyihir dan 83 skeleton dragon yang tinggal di Holyreeve kingdom.

Saat aku bertanya mengenai “Apa yang kau inginkan untuk negaramu?”

Mealice menjawab dengan tegas bahwa ia menginginkan negaranya—Holyreeve Kingdom—menjadi pusat penelitian dan pengembangan teknologi dan sihir terbesar di dunia. Mealice sangat tertarik ketika ia tahu bahwa di duniaku sihir sama sekali tidak eksis dan hanya ada tiga kategori makhluk hidup.

Hidup tanpa sihir. Tentu saja hal itu sangat sulit untuk dibayangkan oleh Mealice yang notabene adalah seorang lich.

Di samping Mealice, seorang perempuan muda dengan topi kerucut dan jubah sihir mulai memperkenalkan dirinya. Namanya adalah Neine. Ia merupakan seorang dark sage yang berumur 1700 tahun dan merupakan anak dari Mealice.

Tidak seperti para Andya Pillar lain, Neine merupakan satu-satunya sosok yang sangat menyerupai manusia normal pada umumnya. Bahkan aku dapat menjamin bahwa dia adalah seratus persen manusia. Wajah Neine cukup manis dengan warna mata violet dan rambut coklat kemerahan. Dilihat berkali-kalipun, kau tidak akan percaya kalau dia memiliki umur sekitar 1700 tahun. Awalnya aku mengira kalau dia adalah perempuan yang berumur sekitar 20 tahunan—atau mungkin berumur sekitar seratus tahunan kalau dilihat dari rentang hidup para ‘iblis’ di Andya Vylgrand.

Di dunia ini, penyihir yang mendapatkan gelar sage adalah mereka yang telah menguasai sihir untuk memperpanjang usia hidupnya. Sage berada satu tingkat di bawah lich—dimana lich mengorbankan tubuhnya untuk mendapatkan keabadian sempurna, maka sage lebih memilih untuk meningkatkan kemampuan regenerasi tubuh secara luar biasa. Menurut informasi yang pernah kudapat, proses penuan tubuh akan terhenti ketika seseorang mampu mencapai tingkatan sage.

Ngomong-ngomong, saat Neine berkata kalau dia merupakan keturunan dari Mealice—aku jadi sedikit merenung.

Bagaimana caranya seorang lich mampu mampu menghasilkan keturunan?

Maksudku, kau tahu—aku jadi membayangkan berbagai macam hal yang aneh.

Misalkan saja, adegan bercinta antara Mealice—yang seluruh tubuhnya hanya berupa tulang-belulang—dengan seorang perempuan ‘normal’ pada umumnya, atau adegan sex antar skeletonBukan bermaksud untuk mengajak kalian berfikiran mesum, tetapi coba bayangkan betapa mengganggunya bunyi *Klotak! Klotak! Klotak!* yang ditimbulkan saat dua skeleton sedang asik bercinta. Apalagi jika kau memikirkannya lebih jauh—mungkin kau bisa membayangkan beberapa kalimat saat mereka melakukan sesi foreplay, seperti….

“Honey, izinkan aku menggigit rahang bawahmu”

“Honey, tulang rusukmu begitu indah dan keras. Kau membuatku semakin bergairah.”

“Aahh! Darling, jangan gigit di situ… kamu tahu ‘kan kalau tulang rusuk ketiga miliku itu sangat sensitif… Aaahhh!!”

Yah, kurasa aku akan membiarkan hal ini menjadi rahasia umum bagi Mealice dan para undead lainnya. Aku tidak ingin dirubah menjadi skeleton agar dapat merasakan langsung bagaimana rasa bercinta ala tulang-belulang.

Sekarang adalah giliran dua orang tercantik di ruangan ini—Aezurath dan Izariath.

Baik Aezurath dan Izariath adalah seorang fluegel. Mereka merupakan ras yang dapat dikategorikan sebagai fallen angel. Aezurath memiliki empat buah sayap besar berwarna hitam yang tumbuh di bagian pinggulnya dan masing-masing satu sayap kecil yang tumbuh di pergelangan tangan dan kakinya. Ia juga memiliki rambut putih panjang bak salju serta iris berwana merah. Sedangkan Izariath, ia memiliki dua buah sayap besar berwarna putih di punggungnya beserta satu sayap besar di masing-masing pegelangan tangannya. Berbeda dengan Aezurath, Izariath sama sekali tidak memiliki sayap kecil yang tumbuh di bagian tubuhnya. Izariath memiliki rambut pendek sebahu berwarna coklat muda dengan iris mata berwarna zambrut. Lingkaran halo di atas kepalanya berbentuk seperti magic circle tetapi memiliki pola yang berbeda dibandingkan milik Aezurath. Selain itu, size dada dan postur tubuh mereka berdua juga cukup mengiris imanku.

Para fluegel tinggal di pulau melayang yang diberi nama Avantyr dan terletak di bagian Barat Andya Vylgrand. Ada sekitar 6.700 fluegel, 175.500 dark elf, 300 chimera, dan 13.000 winged beast[11] yang menghuni territorial kekuasaan Aezurath. Keinginan Aezurath sendiri hampir sama dengan keinginan Mealice, ia mengharapkan Avantyr dapat menjadi sebuah  negara dengan pusat informasi terbesar di dunia. Aezurath berniat mendirikan sebuah perpustakaan  raksasa yang mampu menampung segala informasi tentang dunia yang mereka tempati.

Well, karena tujuan kalian sama, bagaimana kalau kau dan Mealice bekerja sama?” saranku.

“Kurasa itu tidak masalah.” balas Mealice.

“Akan kulakukan dengan senang hati, Yang Mulia.” Jawab Aezurath hormat.

Menurutku, akan lebih mudah jika dua negara yang memiliki ketertarikan terhadap ilmu pengetahuan saling bekerja sama. Meskipun mereka berdua memiliki atribut sihir yang berlawan satu sama lain, kurasa hal tersebut bukanlah sebuah kendala besar.

“Ngomong-ngomong, apa kalian para fluegel tidak berniat melakukan pengembangan teknologi seperti yang diinginkan oleh Mealice?”

Aezurath dan Izariath menggelengkan kepalanya.

Fluegel hanya tertarik tentang ilmu pengetahuan baru. Mengumpulkan segala informasi yang ada di dunia ini merupakan tujuan kami ketika berada di dunia ini.” jawab Izariath.

Menambahkan penjelasan Izariath, Aezurath memulai cerita tentang awal mula mereka tiba di dunia ini. Ras fluegel merupakan ras yang dibuang ke Andya  karena mereka menyulut peperangan dengan beberapa ras di Nirvana tiga ribu tahun yang lalu. Saat berada di Andya, petinggi terdahulu mereka menyuruh semua fluegel untuk berpencar dan mencari informasi mengenai dunia baru mereka. Dari situlah ketertarikan fluegel terhadap informasi baru mencandui otak mereka seperti sebuah narkoba. Setelah perang abadi berakhir seribu tahun lalu, fluegel kembali berkumpul dan mulai mendirikan sebuah negara di bagian Barat Andya Vylgrand. Sayangnya, ketidakberdayaan fluegel dalam menyampaikan informasi hanya membuat semua rahasia dunia terkubur di dalam kepala mereka.

Para fluegel mampu menjelaskan dengan detail ketika seorang bertanya kepada mereka. Namun, mereka tak mampu menuangkan isi kepala mereka ke dalam sebuah tulisan.

“Hmm… Aku mengerti.” Aku menganggukkan kepala setelah mendengar cerita dari Aezurath. Ini sama seperti yang kurasakan dulu—saat mencoba menyelesaikan tugas akhir semasa kuliah. “Oh iya! Apa di sini ada perpustakaan?” lanjutku bertanya.

“Ada. Satu-satunya perpustakaan Andya Vilgrand berada di salah satu ruangan di kastil ini. Kebanyakan isinya bercerita tentang sejarah Andya Vylgrand dan sihir.” Astradeva menjawab pertanyaanku.

“Kalau aku boleh tahu, siapa yang menulis buku di perpustakaan tersebut?”

“Ada tiga orang yang menulisnya dan ketiga orang tersebut berasal dari ras yang berbeda. Kalau tidak salah mereka adalah seorang sagevampire, dan arcdemon.” balas Mealice.

“Sayangnya, penulisan buku di perpustakaan berhenti sekitar dua ribu tahun yang lalu.” timpal Izariath.

Ilmu pengetahuan mereka stagnan sejak dua ribu tahun lalu? Tidak. Kurasa ilmu pengetahuan tetap berkembang, tetapi dengan cara berbeda.

“Lha? Bukannya Holyreeve adalah pusat teknologi sihir di Andya Vylgrand?”

“Itu benar, Yang Mulia. Tetapi kebanyakan para penyihir tidak pernah berniat untuk membocorkan sihir baru yang mereka temukan. Dari seratus sihir baru, mungkin hanya sepuluh sihir yang akan mereka presentasikan kepada para komite sihir.” tutur Neine.

“Bahkan dalam lima tahun terakhir ini, hanya ada seratus grimoire yang diterbitkan oleh komite Sihir Holyreeve. Itupun hanya disimpan secara pribadi dan digunakan untuk murid mereka masing-masing.” tambah Mealice.

Aku cukup prihatin dengan perkembangan ilmu pengetahuan di dunia ini.

Tidak adanya perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual membuat para penyihir menutup rapat pintu pengetahuan mereka.

“Hmm… Kalau begitu aku akan menyerahkan urusan pembuatan perpustakaan Andya Vylgrand kepada para fluegel dan negara Avantyr.”

“T-tapi kami tidak tahu bagaimana cara menyampaikan informasi yang telah kami dapatkan. Apa itu tidak masalah?”

“Kau jangan khawatir Izariath, akan kuurus itu nanti.”

“Baik, Yang Mulia.” Izariat segera membungkuk hormat.

Senyum sumringah terpancar di raut wajah Aezurath dan Izariath ketika aku selesai merespon ucapan mereka. Senyum mereka benar-benar indah layaknya senyum seorang malaikat. Maksudku, aku tahu mereka itu malaikat—lebih tepatnya adalah fallen angel, fluegel—tetapi aku sama sekali tidak dapat mengengekspresikan istilah yang lebih tepat untuk menggambarkan betapa luar biasanya daya tarik yang mereka pancarkan ketika tersenyum. Percayalah padaku, daya tarik fluegel berada di jauh di atas succubus saat mereka tersenyum. Ah! Sebelum aku lupa, aku harus menyampaikan sesuatu yang cukup penting bagi mereka berdua.

“Lalu untuk Mealice dan Neine. Bisakah kalian membuat sebuah lembaga yang mengatur hak atas kekayaan intelektual?”

“Maksudnya apa, Yang Mulia?”

“Maaf, tetapi bisakah anda jelaskan lebih rinci kepada kami?”

“Sederhananya, aku ingin kalian membuat sebuah lembaga yang khusus untuk melindungi hasil karya cipta seseorang atau kelompok tertentu.”

“Bagaimana caranya?”

“Lindungi karya mereka dengan suatu hukum. Buat aturan-aturan khusus yang membatasi agar karya dari seseorang tidak dicuri dan diakui oleh pihak lain. Di duniaku dulu, ada sebuah lembaga khusus yang melindungi hak atas kekayaan intelektual seseorang. Bahkan kau harus mencantumkan nama seseorang apabila kau mengutip satu atau dua kalimat dari ucapan atau tulisannya.”

“Tapi bukankah hal itu sedikit merepotkan, Yang Mulia?” tanya Barthonas.

“Memang. Tapi apakah kau rela jika ide dan hasil kerja kerasmu dicuri dan diakui oleh orang lain sebagai hasil dari usahanya?” jawabku.

“……”

Berbeda dengan Barthonas yang seketika terdiam, Neine mengangguk dan merespon ucapanku dengan kalimat,  “Kami mengerti, Yang Mulia.”

“Baguslah. Akan kita diskusikan hal itu nanti.” balasku dengan sebuah senyum simpul. Ku alihkan kembali pandanganku ke para fluegel. Ada satu hal lagi yang ingin kusampaikan pada mereka. “Oh iya! Aezurath, Izariath! Menurutku tidak masalah kalau kalian ingin membuat pusat informasi terbesar di Avantyr. Tapi kurasa kalian juga harus membuat sebuah perpustakaan kecil di setiap negara di Andya Vylgrand. Kau tahu, akan sangat merepotkan jika setiap orang harus berjalan jauh ke Avantyr demi mendapatkan sebuah informasi.” tuturku.

“Apa hal itu tidak masalah Yang Mulia? Meski hanya secuil, bukankah itu artinya merebut daerah kekuasaan negara lain?” Beast Lord Grimur menyanggah ucapanku.

“Aku juga ingin menanyakan hal tersebut.” timpal Madeusa.

Gah! Apa di sini mereka tidak memiliki semacam perjanjian kerjasama antar negara?

Be positive, Nava! Mungkin wilayah teritorial merupakan hal yang menjadi topik sensitif di dunia ini. Kau dapat bebas keluar masuk semua negara di Andya selama kau tidak berniat untuk merebut wilayah kekuasaanku. Namun jika kau menginginkan wilayahku, maka kau telah membuat sebuah isyarat perang.

Layaknya benang kusut—terlalu banyak masalah yang cukup kompleks di Andya Vylgrand.

“Dengar! Di duniaku, ini dinamakan perjanjian kerjasama.” semuanya menyimak dengan seksama apa yang hendak aku sampaikan. “Apa salahnya jika satu atau beberapa negara melakukan kerja sama satu sama lain selama hal itu menguntungkan kedua belah pihak? Maksudku… Disini, kedua pihak akan saling memberikan persyaratan satu sama lain dan mereka akan saling merundingkan persyaratan tersebut. Apa bila mereka berdua saling sepakat dengan kondisi yang diajukan oleh masing-masing pihak maka kerjasama dapat dilaksanakan. Namun jika ada pihak yang merasa kurang cocok dengan persyaratan yang diajukan, kalian bisa merundingkannya kembali. Jika kalian menganggap syarat yang diajukan tidak sesuai maka kau bisa menolaknya.”

“Rasanya terdengar seperti mengikat sebuah kontrak.” gumam Barthonas.

Biasanya kontrak dilakukan antar sesama individu, baik itu antara manusia dengan ‘demon race’ atau sesama ‘demon race’. Harga tertinggi ketika manusia mengikat kontrak dengan iblis adalah jiwanya. Bagi demon race, semakin banyak kau mengumpulkan jiwa semakin cepat kau berevolusi. Aku tidak tahu-menahu mengenai kontrak antar iblis.

“Nah seperti itu kira-kira, tetapi dalam cakupan yang lebih luas.” Mereka tampaknya mulai sedikit mengerti apa maksud yang ingin kusampaikan. “Misalkan saja, negara Avantyr ingin membangun sebuah perpustakaan di wilayah Holyreeve Kingdom. Maka pihak Holyreeve dapat memungut pajak dari hasil biaya masuk yang dikumpulkan oleh perpustakaan Avantyr. Bukankan selain mendapatkan penghasilan, warga Holyreeve juga dapat pengetahuan dari perpustakaan Avantyr. Begitu juga sebaliknya, para fluegel juga bisa mendapatkan penghasilan atau mampu mempekerjakan para undead untuk mendapatkan informasi ataupun mengurus perpustakaan. Atau mungkin jika Holyreeve kingdom ingin membuat sebuah cabang pengembangan teknologi dan sihir di Avantyr, tentu saja pihak Avantyr juga bisa memberikan beberapa syarat yang dapat digunakan untuk menguntungkan negaranya. Perlu di catat, aku berharap agar semua pihak mampu membuat perjanjian yang saling menguntungkan satu sama lain dan tidak ada kontrak yang berisi pemberian jiwa.”

Semua orang yang berada di sini menganggukkan kepalanya.

“Hmm… Kurasa hal seperti itu lebih baik dibandingkan merebut daerah kekuasaan negara lain.” gumam Astradeva.

“Tentu saja! Kalian tidak hanya bisa melakukan perjanjian di bagian pembangunan gedung, tetapi kalian juga dapat melakukan kerjasama dalam berbagai macam aspek. Contohnya dalam hal pengelolaan sumber daya alam dan ketenagakerjaan. Tentunya, dengan adanya sistem perjanjian antar negara kalian akan mendapatkan banyak keuntungan tersendiri. Secara tidak langsung, hal ini juga akan menghapus sistem perbudakan.” jelasku.

Tidak bisa dipungkiri, di Vylgrand sendiri tiap penduduk dari negara yang kalah perang biasanya akan diperbudak dan dijual oleh negara yang menang dalam perang.

“Maaf  Yang Mulia, tetapi di Andya Vylgrand tidak memiliki sistem perbudakan.” potong Neine.

“Ah! Benarkah?”

“Tentu saja. Mengingat semua ras yang terdapat di duna ini berada di bawah perlindungan kekuasaan para Andya Pillar, memperbudak salah satu ras tentunya akan mengakibatkan peperangan.” jelasnya.

“……”

Apa orang-orang di dunia ini tidak bisa menyelesaikan sesuatu tanpa melalui perang?

Akan tetapi, setidaknya aku bersyukur karena tidak ada perbudakan di Andya Vylgrand.

Brida menganggukkan kepalanya tanda setuju. “Bahkan para manusia yang selamat dari perang Vylgrand terjadi lima tahu lalu sekarang menjalani kehidupannya sebagai seorang pedagang atau petani. Mereka mungkin mendapat pengawasan yang ketat dari Andya Pillar, tetapi diberikan kesempatan untuk tetap hidup adalah sebuah anugrah tersendiri menurutku.”

“Tunggu dulu! Ada manusia yang masih selamat dari perang Vylgrand lima tahun lalu? Kau tidak bercanda ‘kan Brida?” Tanyaku sedikit shock.

Semua orang yang ada di ruangan ini menggelengkan kepalanya.

“Mereka yang selamat dari perang mengalami putus asa setelah mengetahui kenyataan bahwa mereka tidak bisa kembali ke Vylgrand karena hancurnya portal dimensi. Beberapa diantara mereka melakukan bunuh diri, tetapi beberapa diantaranya hanya bisa pasrah menunggu ajal mereka di tangan kami.”

Aku benar-benar merasa bersalah setelah mendengar cerita tersebut.

“Karena iba, jadi kami membiarkan mereka hidup di dunia ini. Tentu saja dengan persyaratan kalau mereka harus membantu kami dalam memperbaiki kerusakan akibat perang dan membangun kembali stabilitas ekonomi di Andya pasca perang Vylgrand.”

“Mereka menempati daerah kecil di sekitar wilayah Cental. Tidak jauh dari istana ini.”

“Kegiatan mereka diawasi oleh wilayah Holyreeve dan Cursia. Bahkan mereka, para manusia, memberikan beberapa ratus kantong darah setiap bulannya untuk para vampire.”

“Hmm… Begitu ya?” gumamku. Aku tidak menyangka kalau para penghuni dunia bawah memiliki kelembutan hati bagaikan malaikat.  ‘jangan pernah menilai buku hanya dari sampulnya’, seperti kata pepatah. “…Mungkin ini permintaan yang sedikit egois, tetapi bisakah kalian menyediakan waktu agar aku bisa menemui para pejuang suci yang selamat? Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan pada mereka, terutama adalah permintaan maafku.” lanjutku.

“Anda jangan khawatir, Yang Mulia.”

“Serahkan semua urusan jadwal dengan Martha. Dia dapat diandalkan.”

Mendengar jawaban dari Mealice dan Neine, aku mengalihkan pandangan ke arah iblis pelayan yang sedari tadi berdiri diam di belakangku. “Tolong ya, Martha.” pintaku.

Martha menganggukkan kepala perlahan.

“Baik Yang Mulia!” balasnya.

“Terima kasih. Oke, mari kita lanjutkan kembali acara perkenalannya!”

Masih ada beberapa orang lagi yang belum memperkenalkan dirinya. Dengan perkenalan singkat ini, aku berharap dapat meluruskan benang-benang permasalahan di Andya Vylgrand. Akan lebih mudah bagiku untuk mencari solusi dikala aku mengetahui titik-titik problematika yang mereka dihadapi—karena bagaimanapun, aku adalah raja mereka yang baru.

 


 

Sekarang adalah sesi perkenalan diri yang dilakukan oleh ras beastman.

Ada dua orang perwakilan beastman yang menjadi Andya Pillar yaitu Beast Lord Grimur dan  Beast Lord Raoh. Grimur adalah seorang minotaur setinggi dua setengah meter dan memiliki empat buah tangan. Kepalanya menyerupai kambing gunung dengan bulu berwarna putih keabuan dan taring panjang layaknya seekor sabertooth. Sedangkan Raoh adalah seorang archne[12] betina dengan sebagian tubuh bawah berwarna hitam. Tingginya berkisar 190cm, ia memiliki corak garis-garis berwarna merah dengan sedikit totol putih di bagian abdomennya. Kedelapan kakinya menyerupai bentuk kaki laba-laba black widow dengan bulu lebat bak tarantula.

Grimur dan Raoh mengusai wilayah Albeastyr yang terletak di bagian Barat Andya Vylgrand. Wilayah Albeastyr sendiri dihuni oleh  2.700.000 penduduk yang terbagi menjadi dua kelompok besar dari berbagai macam tribe, yaitu werebeast[13] dan beastman[14]—dan secara umum biasa disebut werebeastman. Sejujurnya, aku baru tahu mengenai hal ini

Raoh dan Grimur merupakan pemimpin dari dua kerajaan berbeda yang kini telah menjadi satu. Raoh memimpin para werebeastman karnivor, sedangkan Grimur merupakan pemimpin para werebeastman herbivor. Kehidupan para warebeastman di Albeastyr sebagian besar dihabiskan dengan berburu dan bertani, serta berdagang.

Hmm, aku pikir Albeastyr sedikit cocok jika ditempatkan sebagai negara yang berfokus pada pengembangan sistem budidaya hewan tenak dan pertanian di Andya Vilgrand. Yah, walaupun nanti mulanya akan ada sedikit masalah pencurian ternak atau perebutan lahan, kurasa aku akan menyerahkan urusan tersebut pada Raoh selaku kepala negara.

Tinggal empat orang Andya Pillar yang belum memperkenalkan diri. Untuk bagian iblis lebih baik kutaruh di akhir saja, akan repot kalau Ivetya membuat keributan saat ia memperkenalkan diri. Aku bersyukur karena sedari tadi Ivetya hanya diam dan menghunuskan tatapan penuh kebencian ke arahku.

“Selanjutnya adalah giliran Madeusa dan Senn.” Ucapku.

“Baik.” Madeusa menganggukkan kepala dan mulai melakukan perkenalan.

Ia adalah seorang vampire—lebih tepatnya adalah mudblood vampire yang memimpin Cursia, sebuah kerajaan yang terletak di bagian Timur Laut Andya Vylgrand. Cursia sendiri merupakan daerah yang dinamai dari bahasa Vylgrand yang berarti kutukan. Madeusa memiliki tampilan seperti vampire pada umumnya. Kulitnya putih pucat, matanya berwarna hitam dengan iris jingga, dan rambutnya berwarna merah kecoklatan. Bagiku, Madeusa adalah orang kedua dari Andya Pillar yang paling menyerupai manusia selain dark sage Neine. Namun bagi rasnya, yang membedakan antara Madeusa—seorang mudblood vampire—dengan pureblood vampire adalah sklera mata yang berwarna hitam serta kulit pucat yang mampu tahan terhadap sengatan matahari. Madeusa sengaja mendirikan kota kerajaannya di bagian Selatan wilayah Cursia, jauh dari tempat tinggal para vampire yang berada di bagian Utara. Ada sekitar 75.000 vampire, 6.900 succubi[15], 4.000 gorgon[16], 700 sirenmermaid[17], dan 6.300 lamia[18] yang menghuni territorial kekuasaan Madeusa.

Di sebelah Madeusa, Senn yang sedari tadi duduk manis mulai memperkenalan diri saat aku memberikannya aba-aba.

Senn sendiri adalah gorgon yang setia menemani Madeusa dalam mengurus wilayahnya. Dia memiliki tubuh bagian atas menyerupai manusia dan bagian tubuh bawah menyerupai ular dengan sisik berwarna merah. Saat aku menatapnya, rambut ular yang dimiliki Senn bergerak bebas di atas kepalanya dan memberikan kesan menakutkan tersendiri. Ia juga mengenakan penutup mata untuk mencegah orang-orang terkena kutukan dan berubah menjadi batu. Mungkin kutukan dari Senn tidak akan berpengaruh bagiku dan ketiga belas Andya Pillar lainnya, tetapi lain halnya jika yang menatap mata Senn adalah Martha dan para iblis pelayan di kastil ini.

Di percakapan singkat, Madeusa memberitahukan bahwa ia dan beberapa mudblood vampire lain biasanya datang ke wilayah manusia dua bulan sekali, tepatnya pada tanggal sepuluh. Donor darah sendiri dilakukan satu hingga dua hari setelah kedatangan para mudblood vampire. Dalam sekali angkut, Madeusa mampu membawa sepuluh ribu hingga dua puluh ribu kantung darah.

Awalnya, para pejuang suci yang selamat mengundang Madeusa dan Mealice ke wilayah mereka untuk berterima kasih karena telah diizinkan menetap dan diberi perlindungan. Mulanya mereka memberikan seratus kantung darah kepada Madeusa sebagai ungkapan terima kasih. Hal tersebut kemudian berlangsung setiap tiga bulan sekali dan kini telah menjadi agenda tersendiri bagi para manusia yang selamat dari perang Vylgrand.

Yang kutahu, satu-satunya hero yang cukup mengerti tentang medis adalah Billy Bernadette. Aku bersyukur karena dia dan beberapa hero lain masih hidup sampai saat ini. Saat bertemu nanti, akan kupastikan aku akan meminta maaf dengan benar kepada mereka. Terutama karena telah menghancurkan satu-satunya akses mereka untuk kembali ke Vylgrand.

Obrolan antara aku dan Andya Pillar masih terus berlanjut dengan berbagai macam topik.

Madeusa mengatakan kalau darah yang mereka dapat dari donor akan dibagi untuk masing-masing penduduk dan diminum hari itu juga. Karena berdarah campuran, para mudblood vampire mampu menahan rasa haus darah mereka untuk waktu dua hingga tiga bulan lamanya. Sedangkan untuk pure blood vampire, mereka hanya mampu menahan dahaga selama-lamanya sekitar empat puluh lima hari. Para pure blood vampire umumnya adalah bangsawan. Setiap dua minggu sekali, mereka akan menyantap darah dari hewan ternak yang telah dilukai. Meski memeras darah para ternak dengan kejam, mereka tidak akan membunuh aset berharga mereka.

Saat mendengarkan cerita trsebut, aku memberitahu Madeusa kalau ia bisa menyimpan darah untuk digunakan kembali nantinya—setidaknya untuk beberapa minggu. Tentu saja aku memberitahu kalau diperlukan suhu dan kondisi spesifik untuk melakukan hal tersebut. Tidak sebatas itu saja, aku juga bercerita mengenai penggunaan suhu rendah yang mampu membuat daya simpan buah, sayur, dan daging mampu bertahan lebih lama. Tidak lupa pula aku memberitahu mereka mengenai chilling injury pada produk pertanian jika suatu komoditi disimpan dalam suhu yang terlalu dingin.

Grimur tampak tertarik dengan informasi singkat yang berhubungan dengan pertanian. Sedangkan Senn—ia sedikit berbeda. Kulihat, gorgon yang ada di hadapanku menaruh perhatian lebih mengenai obat-obatan dan juga mikroorganisme.

Aku menginginkan perubahan yang lebih baik bagi Andya Vylgrand. Tentu saja dengan membandingkan hal-hal baik dari duniaku, aku berharap wawasan mereka menjadi lebih terbuka.

‘Ada banyak hal lain yang dapat kalian kerjakan, selain fokus pada kekuasaan

Aku ingin menyampaikan kalimat itu kepada Andya pillar secara tersirat.

“Kalau sistem obat-obatan dari dunia Tuan Nava dan kemampuan magic potion dikombinasikan, apa hal itu bisa menghilangkan sebuah kutukan?” tanya Senn antusias.

Hooh! Tanpa kusadari, aku telah menggugah ketertarikan hatinya terhadap dunia medis, ketika aku sedikit membandingkan antara obat-obatan dari bumi dan magic potion yang berasal dari Vylgrand.

Merespon pertanyaan Senn, aku mengangkak kedua bahuku. “Entahlah, kita takkan tahu kalau tidak mencobanya sendiri.” jawabku.

“Kalau begitu apakah aku diperkenankan untuk meneleti lebih jauh mengenai hal ini?”

“Tidak masalah. Melihat ketertarikan Senn terhadap obat-obatan dan mikroorganisme, aku sendiri mengharapkan agar Cursia dapat menjadi pusat kedokteran dan farmasi di Andya Vylgrand. Bagaimana menurutmu Madeusa?”

“Kurasa itu ide yang brilliant! Mungkin suatu hari aku bisa menemukan obat yang bisa membuat para pureblood vampire bisa dengan mudah berjalan di bawah matahari.” Madeusa menjawab antusias.

“Baguslah.” Aku sedikit lega mendengar pernyataan dari Madeusa dan Senn. Sekarang kita masuk ke sesi perkenalan terakhir. “…Silahkan untuk Astradeva dan Ivetya untuk memulai perkenalan!” lanjutku.

Astradeva merespon perintahku dengan sedikit anggukan kemudian berdiri dan membungkuk hormat.

“Perkenalkan, namaku adalah Astradeva Navareth.”

Astradeva memulai perkenalannya. Ia adalah seorang Archduke demon yang memimpin kerajaan Navareth—negeri bagi para iblis—yang terletak di bagian Utara Andya Vylgrand.

Ada lima juta populasi iblis di Navareth kingdom yang terdiri dari red demon, blue demon, arch demon dan aristocrats demon Aristocrats demon sendiri juga dibagi kembali menjadi beberapa bagian yakni archduke demon, duke demon, earl demon, viscount demon, serta baron demon. Meski tergolong dalam aristocrats demonarchduke demon memiliki tingkatan sendiri. Ada lima iblis yang digolongkan sebagai archduke demon dan menurut kabar yang pernah kudengar, kemampuan mereka berada satu level di bawah demon lord.

Kalau kuperhatikan, tinggi badan Astradeva sekitar dua meter. Di kepalanya terdapat enam buah tanduk yang sedikit tertutupi oleh rambut crimson miliknya. Ia juga memiliki postur tubuh yang tegap dengan kulit putih dan iris berwarna hijau.

Setelah Astradeva, perkenalan berikutnya dilakukan dengan singkat oleh Ivetya Navareth dengan hanya mengucapkan nama dan rasnya. Meski cukup menyebalkan, tetapi dimataku ia adalah wanita dengan paras yang cukup menawan. Ivetya adalah seorang archduke demon, sama seperti Astradeva. Ia memiliki kulit putih dan mulus bak mutiara dengan bibir merah yang tipis, iris berwarna biru, serta empat buah tanduk yang sebagian ditutupi oleh rambut panjang yang juga berwarna crimson seperti saudaranya.

“Jadi, apa yang ingin kau inginkan untuk  Navareth Kingdom?”

“Ah! Anu……”

Astradeva tampak kebingungan saat aku bertanya tentang impiannya terhadap Navareth Kingdom. Baginya, Navareth Kingdom yang sekarang sudah cukup makmur dan belum perlu dilakukan pengembangan. Kalaupun ada, ia juga bingung akan fokus melakukan pengembangan negaranya pada bidang apa. Jadi, kuputuskan untuk menyuruh Astradeva memikirkannya nanti. Aku lebih senang jika ia lebih fokus mengatur negaranya yang telah cukup makmur dibandingkan untuk mencoba mengembangkan sesuatu yang bahkan dia sendiri tidak berminat untuk melakukannya.

Setelah sesi perkenalan selesai, aku segera mengakhiri sesi jamuan makan malamku dengan para Andya Pillar. Selanjutnya, aku meminta Martha untuk mengantarku ke kamar. Sebelum memasuki pintu kamar, Martha mengingatkanku kalau besok adalah agenda penobatan raja iblis yang baru.

“Terima kasih telah mengingatkanku, Martha.” ujarku.

Martha mengangguk pelan kemudian menuntuk sopan. “Kalau begitu, izinkan saya pamit terlebih dahulu Yang Mulia.” ucapnya.

Aku membalas ucapan Martha dengan sedikit anggukan kepala disertai senyum simpul tergambar di wajahku. Saat ia berbalik, aku membuka pintu dan masuk ke ruangan yang dulunya digunakan oleh raja iblis terdahulu untuk beristirahat.

<<Previous     Content     Next>>>

[Andya Vylgrand’s Map]



Author’s Corner:

Nava: kalau boleh tahu, bagaimana cara kau membedakan para undead skeleton?
Mealice: Oh… Itu gampang! Setiap undead skeleton memiliki struktur rahang dan tulang tengkorak yang berbeda-beda!
Nava: Hmm… Kalau menentukan cantik atau tampannya ‘seorang’ undead skeleton?
Mealice: Tentu saja dari bentuk tengkorak ditambah tingkat keputihan dan kekerasan tulang mereka!
Nava: Lalu, bagaimana caranya ‘seorang’ undead skeleton melahirkan keturunannya
Mealice: Ah! Itu………
Neine: Eghm! Maaf sedikit menyela, Yang Mulia! Aku dilahirkan saat ayah dan ibuku masih menyerupai seorang manusia pada umumnya.
Nava: Ah! Begitu rupanya… Aha-ahaha! Terima kasih atas penjelasannya, Neine. Kau sudah berhasil menjawab salah satu pertanyaan terbesar dalam hidupku hari ini. Pertanyaan terakhir, Mealice…
Mealice: Hm?
Nava: Apa para undead skeleton juga melakukan sex?
Mealice: Tentu saja! Kami melakukannya persis seperti yang dilakukan manusia, hanya saja dengan ‘sedikit’ penyesuaian! Hahaha! Kalau Yang Mulia penasaran, tanpa menurunkan rasa hormat, aku bersedia menunjukkannya padamu.
Nava: Tidak, terima kasih…

HAPPY NEW YEAR!!!!! ^o^)/
Semoga tahun ini bisa jadi tahun yang lebih baik dari kemarin (tentunya dengan pendapatan yang lebih dari kemarin haha)

Aku cukup terkejut karena chapter kali ini dua kali lebih panjang dari chapter sebelumnya. Yah, tampaknya aku terlalu bersemangat melakukan perkenalan karakter…

Aku sengaja menggunakan istilah ‘demon race’ yang sering digunakan para penduduk Vylgrand untuk merujuk pada semua makhluk selain ras manusia yang hidup di Andya Vylgrand. Semesta Vylgrand adalah dunia yang kompleks. Layaknya bumi—mereka memiliki mitologi dan berbagai macam kejadian sejarah lainnya yang ‘mungkin’ akan kuceritakan di side chapter atau sedikit kusisipkan di chapter-chapter lain.

Tidak diperbudaknya manusia oleh ras iblis terdengar cukup ganjil, bukan? Tentang fetish Mealice juga tampaknya cerita yang bagus (lol). Mungkin dikesempatan lain aku akan menceritakan Mealice dan fetishnya, atau mungkin pasca kekalahan manusia—doakan saja hehehe.

Sampai ketemu dikesempatan berikutnya!

Please treat me well too in the next chapter~

[Lycara]



 ~Footnote~

[1] Archdragon Bahamut: Evolusi dari naga Bahamut. Memiliki tinggi sekitar 50-70 meter. Merupakan ras naga tertinggi yang memiliki kecerdasan, kebijakan, kekuatan, dan mampu menggunakan sihir.

[2] Wyvern: Naga yang berbentuk seperti kadal dengan ekor berduri, memiliki dua kaki serta sayap di bagian tangannya. Tidak mampu menyemburkan api.

[3] Cuelebre: Jenis naga dengan kulit berwarna hijau atau kekuningan. Memiliki tangan yang ditumbuhi sayap tetapi tidak memiliki kaki. Tubuhnya tidak ditumbuhi duri tetapi mampu menyemburkan api.

[4] Chuvas: Jenis naga dengan kulit berwarna abu kehitaman. Tidak memiliki tangan tetapi memiliki dua buah kaki. Terdapat sayap di punggungnya dan mampu menyemburkan api.

[5] Scavenger Dragon: Jenis naga dengan kepala yang terlihat menyerupai burung bangkai. Tidak mampu menyemburkan api tetapi memiliki rahang berwarna merah yang sangat kuat. Memiliki tubuh ramping berwarna kebiruan dengan sayap yang lebar. Mampu berdiri seperti Bahamut.

[6] Shen: Jenis naga yang tidak memiliki kaki, tangan, serta sayap. Tubuhnya panjang seperti ular dan memiliki kepala yang bertanduk. Memiliki kecerdasan, kebijakan, dan kemampuan sihir yang sangat tinggi.

[7] Elemental Dragon: Jenis naga yang memiliki kemampuan dalam menguasai satu jenis elemen sihir. Memiliki dua tangan dan kaki, serta sayap di punggungnya.  Tidak mampu berdiri dengan kedua kakinya. Warna kulit elemental dragon mewakili 5 elemen sihir yang dimilikinya yaitu api (merah), air (biru), tanah (coklat), angin (hitam), dan es (putih).

[8] Hydra: Monster ular berkepala banyak (berjumlah 6-13 kepala).

[9] Bahamut: Jenis naga yang mampu berdiri dengan dua kaki seperti manusia. Memiliki tubuh setinggi 30-45 meter serta dua buah sayap di punggungnya. Memiliki kecerdasan, kebijakan, dan kekuatan, serta dapat menembakkan laser dari mulutnya tetapi tidak mampu menggunakan sihir.

[10] Archdryad: Makhluk dengan wujud manusia setengah pohon dan merupakan evolusi dari dryad. Berbeda dengan dryad yang merupakan roh penghuni pohon, archdryad mampu meninggalkan hutan dan memanipulasi  vegetasi di sekitarnya.

[11] Winged Beast: Makhluk setengah manusia dan burung, dapat dikategorikan menjadi dua tipe yaitu harpy (memiliki tubuh burung dengan kepala manusia) serta Alcyone dan Tengu (memiliki bentuk manusia dengan sebagian tubuh menyerupai burung).

[12] Archne: Ras manusia setengah laba-laba. Dari bagian pinggul ke bawah adalah tubuh laba-laba dan bagian pinggul ke atas adalah tubuh manusia.

[13] Werebeast: Ras manusia setengah hewan dimana hanya sebagian tubuhnya saja yang menyerupai hewan dan wajah yang menyerupai manusia. Contohnya adalah centaurus, archne, Alcyone, dan wolfman (manusia dengan telinga & ekor serigala).

[14] Beastman: Ras manusia setengah hewan dimana semua bagian tubuh & wajahnya menyerupai hewan. Contohnya adalah lizarman, minotour, harpy, dan kobold.

[15] Succubi: Sosok iblis berwujud wanita cantik (succubus) atau lelaki tampan (incubus) yang merayu manusia untuk melakukan hubungan seksual dan mengambil energi korbannya untuk bertahan hidup.

[16] Gorgon: Manusia setengah ular dengan bagian tubuh atas manusia dan memiliki rambut yang terdiri dari puluhan ular hidup. Memiliki kutukan siapapun yang menatap matanya akan berubah menjadi batu.

[17] Siren-Mermaid: Manusia setengah ikan yang memikat mangsanya dengan lagu (siren) dan paras yang rupawan (mermaid) untuk ditenggelamkan ke dalam laut lalu disantap. Berbeda dengan mermaid(putri duyung), siren terkadang kanibal.

[18] Lamia: Makhluk dengan bagian tubuh atas manusia dan bagian tubuh bawah menyerupai ular. Hampir serupa dengan gorgon tetapi tidak memiliki rambut ular dan kutukan.

<<Previous     Content     Next>>>


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s